Amazon SearchBox

Minggu, 09 Oktober 2016

Temukan kedudukanmu

Karena seharusnya aku tidakk berprasangka. Karena sebagian prasangka adalah dosa. Tetapi apa daya, aku hanyalah manusia biasa yang lebih mengedepankan perasaan daripada logika. Harusnya aku tahu itu. Sejak pernyataan itu terlontar dan aku tidak tahu apa alasannya sampai detik ini, sejak saat itu pula seharusnya aku telah mengikhlaskan... namun, semakin hari, aku rasa makin tidak ada alasan untuk tidak memikirkan ini...
O Allahu Robbii...
Aku tahu, tidak seharusnya rasa ini menyelimuti hari hariku....
Aku tahu...
Aku tidak tahu mengapa seperti ada rasa yang terkena saat mendengar hal itu...
Rasa yang langsung membuat air mata ini menetes... Atau karena hati yang terlalu lembut atau terlalu sensitive...
Mungkin guratan senyum dapat diartikan baik oleh sebagian orang, biarkan saja mereka berfikir demikian...
Karena hanya ada aku dan Engkau Ya Allah yang mengetahui segala isi hati....
Bahkan terkadang, akupun tidak mengetahui apa yang sebenarnya diri ini rasakan....
"Wahai Engkau Maha Membolak balik Hati, Tetapkan Hatiku atas Agamamu"

_Temukankedudukanmu_

Kamis, 08 September 2016

Outing Class on April

Outing class...

It's second time outing class of SD 3 Ibnu Batutah Sekolah Alam Bintaro (SABin)
7 bulan, iya tujuh bulan saya menjadi seorang shadow teacher (ST). Profesi yang benar benar ngga pernah terbyanag sebelumnya kalau diawal karir saya setelah lulus kuliah adalah menjadi seorang ST. Tetapi saya bangga pernah menjadi seorang Shadow Teacher (ST) apalagi STnya mas Keno dan abang Hafiz <3
Iya, pernah sih dulu belajar tentang psikologi, tetapi itu cuma berapa semester ya dapat mk itu hhe...
Tapi dari awal saya masuk ke Talenta Sabin ini saya senang, kenapa?
Karena niat saya belajar. Apalgi tempat kerjanya yang memang cukup menyatu dengan alam. Hm, karena saya dari dulu memanng suka dengan yang berbau alam, jadi ya menikmati banget setiap proses di dalamnya, walaupun lelah dan beberapa masalah sempat menghampiri, ya go awaylah jauh jauh masalah...
Suka alam?
iya, akun suka banget yang berhubungan denngan natural. Sama kaya kamu yang natural banget eaaaaa
Mba, mba suka yang natural ? pasti pernah dong naik gunung?  
wwwkkw belum pernah. kenapa? blm dibolehin sama orangtua. Niatnya nanti saat saya sudah bekeluarga, tempat pertama yang dikunjungi itu ya gunung, mendaki gunung lewati lembah bersamamu eaaaa....  Doain ya yang baca postingan ini hhi.,.. Aaamiiin Allahumma Aaamiiin :)
Eh, beneran deh, pingin banget bener bener ngeliat dan ngerasaain langsung suasana di atas gunung itu seperti apa ya? Selama ini cuma bisa denger dan liat cerita dari temen temen yang bikin iri deh, hiks...

Oh iya ya kan mau cerita tentang outing kedua yang ke Kota Tua dan Museum BI ya
Check this out
(Foto fotonya dan ceritanya nyusul ya)

Rabu, 07 September 2016

O Allah, jadikan ikhlasku bagai susu. Tak campur kotoran, tak disusup darah. Murni, bergizi, menguati. Langit ridha, bumi terilhami- Salim A Fillah

Me?
Yeah, maybe I'm not a person who can hiding what I feel.
Saya memang bukan termasuk seseorang yang dapat menyembunyikan apa yang saya rasa. Bahagia ya akan terlihat dari ekspresi saya. Sedihpun jika pura pura bahagia pasti akan ketahuan juga. Ya itu dia, itulah saya apa adanya. Bukannya tidak berusaha untuk menutupi apa yang saya rasakan. Berusaha sudah, tetapi tetap saja terlihat.
Saya memang daapat membaca fikiran orang lain, tetapi perasaan orang lain?
It's hard enough.
Seharusnya menjadi pengendali rasa dan pengendali perasaan saja agar lebih hebat.

O Allah, jadikan ikhlasku bagai susu. Tak campur kotoran, tak disusup darah. Murni, bergizi, menguati. Langit ridha, bumi terilhami- Salim A Fillah

Sedih? Jelas.

O Allah, wahai Engkau Sang Empunya hati...
ثبت قليي على دينك

 
  

Minggu, 28 Agustus 2016



Sebenernya udah mau nulis ini ludah lama banget... Tanggal 03 September 2015. Iya, tanggal yang ditunggu tunggu selama 4 tahun... Banyak kenangan yang terjadi selama 4tahun Alhamdulillah di hari tersebut menjadi hari diberikannya



































































Senin, 18 Juli 2016

Bisikkan menata hati

Perpisahan sepatutnya tak menjadikan langit suram. Ketika ku melihat laut dan merasakan deburan ombak, ku akan mengingatmu meski kita berdua tak ada di sana. Ketika ku lewati malam, di antara cahaya lampu yang menerangi setiap jalanku, ku akan merasakan hadirmu meski kita berdua tak  lagi ada di sana.

Ketika ku mengenang tempat yang pernah kita singgahi, percayalah aku melihat bayangmu ada di sana meski raga kita berdua tak ada di sana. Kubisikkan rindu saat kau terlelap agar kau tau bahwa aku tetap  ada dan tidak pernah sedikitpun berjalan mundur.

Mungkin segalanya telah berakhir, namun tidak  dengan segala kenangan kita. Mungkin kau sudah pergi tapi tidak dengan hatiku, selangkahpun aku tak pernah pergi. Aku sudah lelah dihantam rasa ini, harus memeluk rasa sakit yang kian menyayat hati. Mengapa sakit sekali?

Satu hal yang membuat aku tersenyum ketika tau alasan yang sebenarnya mengapa Tuhan memberikan rasa sakit ini, Tuhan telah memilihku untuk melewati hal seperti ini karena Tuhan  tau bahwa aku mahluk yang paling kuat meskipun seorang diri. Ya hanya sendiri.

1. Hatimu terlalu nyaman untuk dijadikan rumah

Suatu hari nanti kau pasti akan mengerti betapa sulitnya mencari kenyamanan dalam diri seseorang. Itu alasan mengapa sedikitpun aku tidak pernah pergi. Suatu hari nanti mungkin kau akan mengerti kita pernah memiliki hal yang paling berarti dalam hidup. Bukan hal mudah untuk menjalani waktu yang setiap detik menyiksaku. Tak terhitung berapa kali kucoba mencari cara untuk mengungkap rindu. Ya rindu kepadamu.

Tak sedikit lelehan bening dari pelupuk mata tumpah hanya karena siksaan waktu yang mengingatkan kenangan, tak sedikit tawa yang sudah kita goreskan dalam setiap hembusan nafas. Semua itu masih tersimpan rapih disini, dihatiku.

Aku tak pernah benar-benar berjalan mundur, hatimu terlalu nyaman untukku  jadikan rumah. Pulanglah aku menunggumu dengan segudang sabar.

2. Saat malam sudah tidak bersahabat lagi, saat kenangan sudah menyiram hati dan membuat rindu aku bisa apa? Diam meratapi segala penyesalan. Sesungguhnya yang menyakitkan itu adalah penyesalan, mengapa ego melebur rasa cinta itu. Bayanganmu sama sekali belum pudar dari pandangan. Hai apakah kau sepertiku yang tersiksa oleh kenangan? atau hanya aku yang merasakan ini? Apakah memang nasibku akan selalu seperti ini? Mencintai lalu terpuruk lagi? Aku tak ingin lagi tersesat mencintaimu, mencintaimu yang membawaku terlampau jauh lewati daya khayalku.

3. Aku tak pernah mengerti mengapa namamu begitu sulit kuhapus. Telah lama kucoba untuk menjadi bijak pada diriku sendiri. Telah lama aku mengalah pada perasaanku demi kebaikan hatiku dan hatimu. Jika saja kau mengerti. Lihatlah derasnya air mata yang tumpah ketika malam memelukku erat dengan dingin yang menusuk, kenangan itu menerkamku. Semoga lelehan bening yang tumpah membasahi pipiku tak percuma untukmu. Aku tetap mendoakanmu, mendoakan segala kebaikan.

Aku hanya butuh waktu, waktu untuk perlahan-lahan menghapus namamu. Jangan paksa aku untuk melupakanmu. Itu terlalu berat, kau akan tetap ada dihatiku begitupun aku akan tetap ada dalam hatimu, suka ataupun tidak.  Aku tidak akan mengusikmu, kau berhak mendapatkan yang terbaik dariku. Tapi berikanlah aku waktu untuk perlahan menghapus memori tentangmu, karena melupakanmu tidak semudah saat ku jatuh cinta padamu.

4. Aku tau semuanya telah berlalu, tinggalkan sebuah kisah yang mungkin suatu saat kita akan tersenyum ketika  mengingatnya. Dengan mengikhlaskanmu aku berharap kau akan bahagia, dengan melepasku kau harap aku akan bahagia. Benarkah kita bahagia?

Hatiku seperti daun kering yang menunggu musim gugur. Esok akankah kau datang dengan memberikan kebahagiaan dan mengakhiri penantian ini. Entahlah.

Terlalu egois jika aku katakan aku masih menyayangimu, tapi bergitulah keadaannya. Aku tak ingin membuat hatiku menangis tiap malam meratapi kepergianmu, malam yang memelukku dengan kesepian. Pernah terfikirkah olehmu apa yang terjadi padaku saat kau pergi?
Aku hanya ingin mengungkapkan segala yang ku rasa.

5. Jika kelak kau merindukanku dan merasakan pedih dalam hatimu percayalah semua sudah terjadi dan aku baik-baik saja. Tetaplah jadi orang yang kukenal yang mengajariku tentang arti kehidupan.

Aku pernah meyakinkan diriku bahwa kau yang terbaik, saat aku melawan semua logikaku. Simpan keyakinanku dalam hatimu sebagai kenangan. Kenangan yang akan menyeret kita sampai kapanpun, Aku hanya manusia biasa, mampukah aku merubah takdir? Tidak aku tidak akan pernah bisa merubahnya, biarlah ia seperti pasang surutnya air laut. Biarlah tangan-tangan suci yang akan merubah segalanya.

Source : hipwee

Minggu, 17 Juli 2016

Something "ribet"

Berikan saja senyuman dan diam, ditambah dengan sedikit isyarat agar lebih mengerti. Percaya atau tidak, saat kata ikhlas itu diucapkan, bergetarlah seluruh bagian diri ini~
Rasa yang tidak diketahui hakikatnya...

Dengan ucapann, tingkah lakunya...
Dengan baik, kalau saya mau dan saya jahat, mudah saja bagi saya untuk membeberkan ke khalayak ramai tentang apa saja yang telah kau lakukan duhai fulanah. Ditambah dengan semua pernyataan berlebihan yang engkau buat, yang nyatanya, semua tidak serumit itu..      Mudah saja bagi saya untuk melakukan hal itu, semudah membalikkan telapak tangan... Tetapi, apa saya tidak punya hati nurani? Untungnya, rasa tidak enakkan yang saya punya sampai saat ini dapat saya gunakan dengan baik. Tapi , semua ada kapasitasnya toh? Batu yang keras saja jika terus menerus terkena air akan bolong juga, apalagi hati... Iya, hati saya, apalagi hati saya.....  jadi plis deh , jangan anggap diri kita itu adalah yang paling benar...

Tak mudah melalui rasa sakit akibat dikhianati, dikecewakan, ditinggalkan dgn seseorang. Padahal kita telah banyak berikan pengorbanan untuknya.
#
Tapi segala apa yg telah terjadi, semua sudah jadi qadarallah.
#
Manusia hanya bisa berusaha semaksimal yg bisa dikerjakan.
#
Selebihnya semua itu masih jadi rahasia Allah.
#
Termasuk saat orang2 yg melukai hati.
#
Bila ditanya rasanya ? Pasti sakit.
#
Kadang hati menyimpan rasa tak rela.
#
Hati terus tersiksa sebab melihat orang yg dulu kita perjuangkan, kini tega meninggalkan luka menganga di hati kita.
#
Tanpa ada rasa bersalah, ia terus pergi tanpa sedikitpun menoleh utk melihat kita yg sedang terluka.
#
Tapi mau sampai berapa lama kita memelihara luka itu ?
#
Tak inginkah kita merasakan senyuman seperti mereka? Tak inginkah menikmati tawa bahagia seperti yg mereka lakukan ?
#
Orang yg benar2 ikhlas adalah orang yang tidak pernah kecewa.
#
Semakin merasa dirinya paling berjasa pada satu / banyak perkara maka jangan heran jika semakin banyak kekecewaan yang akan dirasa.
#
Maka kunci agar tidak banyak kecewa adalah keikhlasan.
#
Ikhlas, ikhlas, dan ikhlas.
#
Segala kebaikan dan pengorbanan yg selama ini kita berikan utk mereka. Tak perlu kita ungkit kembali.
#
Karna malaikat telah mencacat segala amalan2 yg telah kita kerjakan.
#
Cukup dgn kita tersenyum, menyerahkan segalanya pada yg punya kehidupan (Allah Azza Wa Jalla)
#
In syaa Allah kecewa akan segera pergi dan bahagia kian menanti.



Silahkan LIKE&SHARE jika dirasa bermanfaat.....

cek juga IG instagram.com/loveislam.id