Sabtu, 06 Februari 2016

Resapi

Awalnya aku bingung apa yang ku lakukan disini
Awalnya ku bingung mengapa aku bisa berada di sini
Hari demi hari
Tak terasa waktu.berlalu dengan cepat
Tak terasa aku telah melewati masa demi masa yang tak akan pernah kembali lagi
Pernah satu saat aku berfikir
Semua yang telah terjadi pasti memiliki maksud dan tujuan sendiri dariNya
Pernah satu saat aku berfikir
"Ah, tampaknya aku merasa cukup dengan semua ini"
Bukanlah aku yang ada disini
Terombang ambing dalam hidup sendiri
Tetapi, aku harus sadar bahwa memang benar
Semua yang telah terjadi memiliki maksud dan tujuan baik tersendiri dariNya
Ya. Memang
Hari demi hari aku resapi
Sampai ada saat dimana aku merasa nyaman dengan keadaan ini
Sampai ada saat dimana aku rindu
Rindu akan hadirnya yang telah menemani hari -hari ini
Perasaan nyaman yang mungkin memang akan didapatkan bila dipupuk setiap harinya

Ya, saat ini aku merasakan
Rasa dimana berterima kasih dan.bersyukur atas apa yang telah terjadi
Rasa nyaman dan bahagia yang mulai ku terima
Rasa senang saat bertemu
Rasa senang saat bersama
Kuharap ini adalah ukuwah dan silaturahim yang akan mendapatkan berkah dariNya

Pernah aku mendapat satu nasihat
"Jika kau tak bisa memberi kenangan manis dan baik dalam hati seseorang, maka jangan kau tinggalkan kenangan pahit baginya"

Akupun sedang memahami dan mempelajari apa agar tidak terjadi kesalahan yang sama

Jumat, 05 Februari 2016

Qalqalah Kubro

Saat pertama kali berjumpa dengamu,
aku bagaikan berjumpa dengan Saktah
hanya bisa terpana dgn menahan nafas sebentar.

Kau ungkapkan maksud dan tujuan perasaanmu seperti Idzhar, jelas dan terang.

Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi,
maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

Cintamu padaku seperti Mad Wajib Muttashil....
Paling panjang di antara yang lainnya...
Setelah ku terima cintamu, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro...
Terdetak-detak dengan keras.

Sayangmu padaku seperti Mad Thobi'i dalam Quran. Baanyaaakkk....!!!

Semoga dalam hubungan kita ini seperti idgham Bilaghunnah, cuma berdua, Lam dan Ro' .

Layaknya seperti Waqaf Mu'annaqah,
hanya boleh berhenti di salah satunya, kau atau aku?
Meskipun perhatianku terlihat sembunyi seperti Lam Syamsiah,
cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas.

Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat.
Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak  tebal di fikiranku

Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro' saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.
Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti Mad Aridlissukuun.....

#Qalqalah Kubro��☺
#tsaaaah

Kamis, 04 Februari 2016

You are


Entah darimana rasa itu datang, kapan
menghampiri dan tidak mau pergi.
Tiba-tiba ada rasa yang datang dari
komunikasi yang biasa, dari
pembicaraan yang sederhana.
Mulanya kita hanya saing memandang,
terpaku sebenatar tanpa mengeluarkan
kata, menundukan pandangan dan
berlalu. Tapi aku kaget saat menerima
pesan pertama dari mu, senang
bercampur malu. Dan dari sanalah
percakapan kita berawal.
Mulai menanyakan hal-hal yang
sederhana sampai bercerita tentang
keseharian yang menyenangkan.
Kadang ada cerita duka yang aku bagi
dengan mu, dan kau setia
mendengarkannya. Kadang ada rasa
kesal yang aku luapkan pada mu, tapi
kau hanya tersenyum dan mencoba
menghibur ku dengan candaan-
candaan kecil.
Pernah sekali aku menangis saat
menghubungi mu, tapi kau masih
sabar mendengarkan segala keluh
kesah ku. Dan aku baru tau kalau
malam itu kamu harus belajar untuk
ujian besok, tapi dengan tenangnya
kamu menenangkan ku dan
menghiburku dengan cara yang unik.
Tapi rasa ini mulai tidak wajar,
kenapa saat mendengar nama mu
diriku selau tersenyum dan jantungku
berdebar kencang. selalu ingin
mengetahui apa yang sedangkau
kerjakan di dunia nyata dan kau
bagikan di dunia maya. Waktuku
menjadi sepi jika tidak ada kabar dari
mu, dan etah kenapa diriku mulai
nyaman dengan kehadirian diri mu...
Pergi lah, ku mohon. Rasa ini datang
pada saat yang belum tepat. Aku takut
kita akan saling menyakiti, karena
terjalin dalam hubungan yang tidak
halal. Bukan cinta yang akan bersemi,
tapi nafsu yang berbalut keindahan
dunia. Menggoda kita dengan
kesenangan dan melupakan kewajiab-
kewajiab kita. Aku tidak mau
mengganggu mu dan menggoyahkan
imanmu. Sedikit pun aku tidak mau
menjadi jalan syetan untuk
menjerumuskan dirimu ke api neraka.
Jika saatnya telah tiba dan kita
ditakdirkan bersama. Disitu kita akan
merasa yakin jika doa itu nyata dan
cinta sejati akan membawamu ke
surga. Biarlah hati ini merasa sakit
untuk sebentar, dan menyibukan diri
dengan tugas-tugas yang ada. Karena
hadir mu di saat yang tepat akan
menjadikan penantian menjadi suatu
saat yang dirindukan. Aku tidak akan
pergi, jika kau sudah siap segera temui
ayah ku...

Source : www.jombloin.com/2015/10/pergilah-karena-aku-mulai-mencintaimu.html?m=1


Rabu, 03 Februari 2016

Cinta Sempurna


Matahari menyapa
Kala dirimu ada
Kaulah sebuah jawaban
Semua tanya
Sungguh hati ini tak mampu ungkapkan
Semua rasa yang lama terpendam di dada
Hanya kamu membuatku
Merasakan cinta yang sempurna
Walau musim berganti
Ku kan selalu setia menanti
Walau hanya dalam hati
Kunyatakan dengarkanlah
Sungguh hati ini tak mampu ungkapkan
Semua rasa yang lama terpendam di dada
Hanya kamu membuatku
Merasakan cinta yang sempurna
Cobalah kau dengar
Walau tanpa kata
Kau yang bisa memberikan
Cinta sempurna
Sungguh hati ini tak mampu ungkapkan
Semua rasa yang lama terpendam di dada
Hanya kamu membuatku
Merasakan cinta yang sempurna
Sungguh hati ini tak mampu ungkapkan
Semua rasa yang lama terpendam di dada
Hanya kamu membuatku
Merasakan cinta yang sempurna

Sabtu, 30 Januari 2016

Berbagi Semangat

Ketika rasa membuncah
Ketika rindu menggoda
Ketika hati mulai bicara
Lisan kelu tak berkata

Bukan aku tak perduli
Bukan aku tak mengakui
Bukan pula aku hindari

Tapi aku malu pada Dia
Karena Dia Mengetahui segala isi hati
Bagaimana mungkin ku ungkapkan padamu
Sementara Dia senantiasa mengawasi

Biarlah ku titip dalam doa
Biarlah ku simpan dalam asa
Karena diamku bukan karena tak ada rasa
Tapi diamku adalah bukti
Bahwa ada sejuta doa untukmu,
Wahai belahan jiwa

#BerbagiSemangat
_________________________________

Pura-pura

Cukup lama kita berpura-pura. Berlaku seolah tak
apa-apa. Padahal kita sama-sama tahu, ada
yang kurang beres diantara kita. Sayangnya, kita
hanya bisa saling curiga. Sikap kita jadi serba canggung. Kinerja kita jadi serba tanggung. Sedang pikiran kita tak lagi terhubung. Lupa, kalau kebersamaan ini punya
tujuan yang lebih agung. Aku tahu ada bagian diriku yang tak kamu suka, yang belum aku tahu adalah apa namanya. Jujur, ada juga bagian dirimu yang tak aku suka. Dan aku yakin kamu juga belum tahu apa namanya. Karena mulut kita sama-sama kompak untuk tak berbicara. Sayangnya, hati kita selalu ingin
bersuara. Aku bingung harus dari mana memulai ini. Tapi jelas, ketidakberesan ini harus segera diakhiri.
Aku tak mau berbohong lagi pada diri sendiri.
Karena perasaan yang diungkapkan selalu lebih
baik daripada yang tersembunyi. Terlalu banyak
sembunyi hanya layak untuk mereka yang tak
berani. Termasuk dari kenyataan yang dihadapi.
Kenyataannya, ada ketidakberesan yang sedang
kita alami. Sikap kita sudah saling mengakui.
Walaupun mulut kita sudah lama menutupi.
Sekarang, kita harus sama-sama dewasa untuk
menghadapi. Bukan malah mencari seribu cara
untuk menghindari. Dan kalau kamu memang berani; coba jujur dengan hatimu sendiri. Aku juga akan mencoba dengan hatiku sendiri. Lalu, kita sama-sama
terbuka mengenai ketidakberesan ini. Aku
bocorkan bagian dirimu yang tak aku sukai,
begitu juga dengan dirimu. Selanjutnya, kita bisa
saling menerima dan memperbaiki. Semoga hati kita bisa saling berdamai. Lalu mengikat kembali. Lebih erat lagi.
___ Menata Hati, Nazrul Anwar

Jumat, 29 Januari 2016

Untaian

Jika kau ingin tahu...
Sejujurnya, kepercayaan itu telah ada, walaupun sering kubilang padamu bahwa aku blm dapat mempercayaimu....
Untaian kata yang kuucapkan untukmu adalah pertanda bahwa ada ujian yang sedang kau lalui
Waktu yang kuberikan untukmu adalah pertanda bahwa dirimu sudah mulai mendapatkan kepercayaan itu
Disini, ada sejuta doa untukmu, biarkan doa kita yang mengantarkanmu dan mendekatkan