Logika memang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan. Tetapi ada satu hal yang terkadang kita lupakan, perasaan. Ya, perasaan, hati, dimana jawaban ketulusan bersumber. Ah, apakah hanya saya yang terlalu mengutamakan perasaan diataa logika? Apakah salah jika kita menjadi orang yang sensitif? Hal yang sekarang banyak orang sebut dengan "baper" hha... Iya, saya, sayalah orangnya. Tidak salah toh kalau kita menomor satukan perasaan dalam beberapa hal, asal tidak berlebihan. Walaupun saya sadar kalau saya itu terkadang terlalu berlebihan dalam menggunakan perasaan. Loh ko malah curhat? Bukan curhat, hanya berbagi pengalaman hhehe... coba deh sekali-kali pakai perasaan, nanti akan ada satu perubahan yang kamu rasakan. Mau tahu? Kamu akan lebih peka, lebih peka terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarmu. Bahkan terkadang tanpa kamu sadari, pipimu sudah basah karena airmata yang telah jatuh~
Senin, 18 April 2016
Sabtu, 02 April 2016
Kejujuran
Izinkan aku mengenalmu, untuk kesekian kalinya.
Aku ingin mendengar nada bicara dan suaramu saat mengenalkan diri: siapa namamu, dari mana kau berasal, apa yang kau suka dan yang tidak.
Aku ingin merasakan kembali indahnya dunia ketika waktu seketika berhenti, dan semesta seolah menghentikan semua aktivitas yang ditakdirkan pada mereka hanya untuk mendengarkanmu bicara—aku, tak terkecuali.
Bagaimana sebenarnya kejujuran bekerja dalam cinta? Ketika kita memutuskan untuk saling menjauh justru ketika raga ini mendamba kedekatan.
Ketika rindu, seberapapun pekatnya tetap tak tersampaikan. Begitulah, sejak pertama aku mengenalmu, aku percaya bahwa kejujuran tak pernah benar-benar berlaku dalam cinta.
Kadang kita menjadi hamba bagi sebuah kepura- puraan—menipu diri dengan rekaan-rekaan yang kita ciptakan sendiri.
Tak berdarah bukan berarti tiada luka,
sebagaimana menangis tak selamanya harus berair mata.
Bodohnya, kita bersepakat untuk merasakannya berhari-hari. Menikmati luka yang kita cipta tanpa anastesi, menikmati perih tanpa merintih.
Dan dalam keterdiaman itu, hanya ada satu doa: suatu saat nanti luka ini akan sembuh dengan sendirinya.
Barangkali, kelak ketika tiba waktu untuk jujur, kita akan mengaku: kita sama-sama mendamba keteduhan itu—rasa yang tak pernah kita sepakati definisinya.
Lalu jarak akan menyusut dengan sendirinya.
Seperti lekukan batu yang tercipta
oleh tetes demi tetes air, kadang yang kita
butuhkan cuma optimisme dan kesabaran.
Apakah kau percaya hal ini?
Bahwa cerita tentang bahagia memang selalu tampak sederhana di permukaan. Tapi di balik itu semua, sesuatu yang
rumit terjadi: sebuah kerelaan, upaya
menenggelamkan ego, atau ikhtiar untuk
menerima segalanya apa adanya saja.
Jadi izinkan aku mengenalmu, untuk kesekian kalinya.
Aku ingin merasakan kembali bagaimana
rasanya ketika pertama kali jatuh cinta
kepadamu.
Aku ingin mengenang dan mengingat-ingat
momen itu, sampai aku lupa bahwa pada
kenyataanya, kita tengah menjalani sebuah cerita tentang dua manusia lugu yang saling menunggu.
Cinta adalah Perlawanan, 2015
Kejujuran
azharologia
Sabtu, 26 Maret 2016
Kelabu
Sedih?
Jelas
Jangan ditanya sudah berapa banyak air mata yang tumpah karena hal ini
Hal yang seharusnya tidak pernah terjadi
Hal yang seharusnya sudah menjadi lembaran -lembaran lama
Dimana sebenarnya aku berpijak?
Dia, dia, dia atau dia yang mengerti akan hal ini
Seharusnya orang lain tau bahwa hanya kita yang mengetahui apa yang harus aku lakukan
Marah?
Jelas
Sebal?
Jelas
Benci?
Jelas
Saya hanya seorang manusia biasa
Manusia biasa yang berusaha untuk mendapatkan keridhoan dan keberkahan dari Sang Maha Kuasa
Apakah salah?
Niat baik yang mungkin sebenarnya sudah dapat kalian rasakan, tetapi kalian pura-pura tidak merasakannya
Saya tahu niat kalian baik
Saya tahu itu
Tetapi seharusnya kalian juga tahu bahwa setiap orang memiliki pilihan masing-masing, yang tidak mungkin akan memilih hal yang salah
Yang tidak mungkin akan lepas tanggung jawab begitu saja
Kamis, 17 Maret 2016
03 September 2015
Mungkin untuk banyak orang, itu adalah tanggal yang biasa, tetapi tidak untuk kami, atau untuk aku saja? hhe
Ya, hari kamis. Hari yang menjadi saksi perjuangan selama 4 tahun di kuliah hhi... #lebay deh
Sudah lebih dari 6 bulan ternyata ya, baru sempat menulis blog tentang hari ini.
4 tahun , dimulai tahun 2011 masuk jurusan yang sama sekali tidak terfikirkan, sampai suatu ketika memilih untuk mengambil jurusan ini saat di kelas XII SMA , ya In Syaa Allah memberanikan diri agar menjadi berkah dalam mempelajari bahasa surga ini. Dulu, saat awal-awal semester, bohong rasanya jika aku bilang tidak terlintas dipikiran untuk pindah jurusan dan merasa lelah hhe...
Wajar saja, hal ini akan dilalui selama 4 tahun kedepan...
Dengan bismillah, yakin, 4 tahun selesai... Alhamdulillah...
Lika-liku, pergi sebelum mataahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam haha... Maklum saja, selama 4 tahun aku kuliah, aku belum pernah merasaakan kost hhe....
Kenapa ya?
Karena aku fikir, pulang pergi sama kos itu ya sama saaja untuk aku. Ke kampuspun naik kendaraan umum... Dimulai dari angkot, disambung dengan TransJakarta... Sampai aku pindah rumahpun tetap pulang pergi, naik angkot disambung kereta dan disambung TransJakarta yang langsung membawa aku ke depan kampus tercintah hhhhi
Depan kampus tercinta? eh itu depan atau belaakang ya, sebenarnya itu belakang deh. Ngomong-ngomong soal belakang kampus, jadi inget cimol dan cilok deh... Jadi kangen deh... Udah 6 bulan berarti ya aku ngga makan cimol dan cilok itu , pantes aja kayanya ada yang kurang deh wehehehehe
Loh, emang kampusku dimana sih ?
Aku ? Jelas dong green campus, kampus pendidikan, Universitas Negeri Jakarta hhi
Kampus tercintah jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Bahasa dan Seni :)
Lope lope banget :p
Di kampus ini menjadi saksi, saksi bagaimana aku memulai untuk mengenakan sesuatu yang menjadi kewajiban muslimah. Yang seharusnya memang dari dulu dikenakan, Alhamdulillah hidayah itu datang setelah menjadi kebiasaan...
to be continue :)
Sabtu, 12 Maret 2016
Amal Mahbub
Bismillahirrohmaanirrohiim...
Assalamu'alaykum...
Selamat malam
Kami Amal Mahbub lembaga les privat, guru datang ke rumah. Kami menawarkan bapak/ibu/saudara/i yang membutuhkan pengajar les privat yang dapat datang ke rumah wilayah JABODETABEK. Adapun cangkupannya meliputi:
– Bimbingan baca tulis dan hitung (Calistung) untuk anak TK atau SD kelas 1
– Bimbingan agama dan mengaji Iqro’ atau Al Qur’an untuk TK, SD, SMP atau SMA
– Bimbingan semua pelajaran untuk SD atau SMP
– Bimbingan Matematika untuk SD, SMP atau SMA
– Bimbingan B.Inggris untuk SD, SMP atau SMA
– Bimbingan Fisika untuk SMA
– Bimbingan Kimia untuk SMA
– Bimbingan IPA untuk SMP
– Bimbingan Akuntansi untuk SMA
– Bimbingan Ekonomi untuk SMA
– Bimbingan persiapan UN untuk SD, SMP atau SMA
Adapun bimbingan untuk semua tingkat, meliputi :
- Bimbingan Bahasa Asing ( Arab, Inggris, dll)
– Bimbingan Conversation
– Bimbingan untuk persiapan tes TOEFL
– Bimbingan Akuntansi
– Bimbingan agama dan mengaji (Iqro’ atau Al Qur’an)
Info lebih lanjut
Whatsapp 085813440267
BBM 7574D020
Terimakasih. Wassalam :)
Rabu, 09 Maret 2016
Menggores Luka
Awalnya aku merasa biasa
Walaupun ada sedikit keraguan
Tetapi ternyata sepertinya benar adanya...
Feeling...
Ya, feeling... Feeling perempuan memang cukup akurat untuk menjawab suatu hal
Awalnya aku merasa bahwa ini hanyalah hal yang biasa
Hal yang wajar
Tetapi semakin aku teliti, ternyata benar adanya
Benar adanya jika kau yang menggores luka
Ha...
Apakah aku salah
Ataukah feeling tidak dapat menjadi tolak ukur?
Tampaklah...
Tampak sekali jika kau memang menginginkannya
Tak perlu seribu alasan
Tak perlu pula penjelasan
Karena sepertinya jika semakin dibuka, akan semakin melebar pula
Biarlah, biarlah seperti ini...
Biarlah hanya sebatas tahu
Senin, 07 Maret 2016
Ada saatnya
Terkadang, ada saatnya...
Lebih baik tidak mengetahui suatu hal yang kamu tahu bahwa itu akan menyakiti dirimu
Karena terkadang penasaran jauh lebih indah daripada jawaban dari penasaran itu sendiri
Lebih baik diam agar kamu merasa jauh lebih tenang
Lebih baik menghindari seseorang yang ternyata kamu tahu bahwa dialah yang menjadi sumber dari segala sumber
Karena yang terlihat baik di depanmu, terkadang bukan begitulah keadaan yang sebenarnya di belakangmu
Lebih baik hanya berlalu daripada memiliki dua kepribadian
Lebih baik kamu diam dan lebih baik kamu menyadarinya
ﻣﺎ ﺍﻟﻤﺴﺆﻭﻝ ﻋﻨﻬﺎ ﺑﺄﻋﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺎﺋﻞ