Minggu, 17 Juli 2016

Something "ribet"

Berikan saja senyuman dan diam, ditambah dengan sedikit isyarat agar lebih mengerti. Percaya atau tidak, saat kata ikhlas itu diucapkan, bergetarlah seluruh bagian diri ini~
Rasa yang tidak diketahui hakikatnya...

Dengan ucapann, tingkah lakunya...
Dengan baik, kalau saya mau dan saya jahat, mudah saja bagi saya untuk membeberkan ke khalayak ramai tentang apa saja yang telah kau lakukan duhai fulanah. Ditambah dengan semua pernyataan berlebihan yang engkau buat, yang nyatanya, semua tidak serumit itu..      Mudah saja bagi saya untuk melakukan hal itu, semudah membalikkan telapak tangan... Tetapi, apa saya tidak punya hati nurani? Untungnya, rasa tidak enakkan yang saya punya sampai saat ini dapat saya gunakan dengan baik. Tapi , semua ada kapasitasnya toh? Batu yang keras saja jika terus menerus terkena air akan bolong juga, apalagi hati... Iya, hati saya, apalagi hati saya.....  jadi plis deh , jangan anggap diri kita itu adalah yang paling benar...

Tak mudah melalui rasa sakit akibat dikhianati, dikecewakan, ditinggalkan dgn seseorang. Padahal kita telah banyak berikan pengorbanan untuknya.
#
Tapi segala apa yg telah terjadi, semua sudah jadi qadarallah.
#
Manusia hanya bisa berusaha semaksimal yg bisa dikerjakan.
#
Selebihnya semua itu masih jadi rahasia Allah.
#
Termasuk saat orang2 yg melukai hati.
#
Bila ditanya rasanya ? Pasti sakit.
#
Kadang hati menyimpan rasa tak rela.
#
Hati terus tersiksa sebab melihat orang yg dulu kita perjuangkan, kini tega meninggalkan luka menganga di hati kita.
#
Tanpa ada rasa bersalah, ia terus pergi tanpa sedikitpun menoleh utk melihat kita yg sedang terluka.
#
Tapi mau sampai berapa lama kita memelihara luka itu ?
#
Tak inginkah kita merasakan senyuman seperti mereka? Tak inginkah menikmati tawa bahagia seperti yg mereka lakukan ?
#
Orang yg benar2 ikhlas adalah orang yang tidak pernah kecewa.
#
Semakin merasa dirinya paling berjasa pada satu / banyak perkara maka jangan heran jika semakin banyak kekecewaan yang akan dirasa.
#
Maka kunci agar tidak banyak kecewa adalah keikhlasan.
#
Ikhlas, ikhlas, dan ikhlas.
#
Segala kebaikan dan pengorbanan yg selama ini kita berikan utk mereka. Tak perlu kita ungkit kembali.
#
Karna malaikat telah mencacat segala amalan2 yg telah kita kerjakan.
#
Cukup dgn kita tersenyum, menyerahkan segalanya pada yg punya kehidupan (Allah Azza Wa Jalla)
#
In syaa Allah kecewa akan segera pergi dan bahagia kian menanti.



Silahkan LIKE&SHARE jika dirasa bermanfaat.....

cek juga IG instagram.com/loveislam.id

Sabtu, 28 Mei 2016

Ikhlas?

Bohong banget rasanya kalau dibilang bisa jadi orang yang ikhlas. Saya belum sekuat itu. Muna? Mungkin. Terserah kalian mau  beranggapan seperti apa. Toh, awalnyapun bukan saya. Saya hanya berusaha membantu seseorang yang telah berusaha memberikan bukkti bukti yang dia ucapkan. Berdoa dan berharap saja pada Yang Empunya Hati, Allah. Berdoa padaNya, jika memang dia yang terbaik dan dia memang punya niat baik terhadap saya, Yakin , Allah akan segera menyelesaikan ini semua secepatnya, pengaharapan kepada Allah tidak pernah mengecewakan. Yakin, bahwa masalah ini akan selesai secepatnya dengan hasil yang  membahagiakan yang sesuai dengan harapanku dan harapanmu yang In Syaa Allah sesegera mungkin....

Marah?
Kesel?
Mungkin kau harus belajar mengenai ilmu ikhlas

Kamis, 19 Mei 2016

Something you feel, me either

Jika seseorang itu memang sungguh2 ingin tinggal, maka dia akan selalu punya cara, meskipun sudah beribu gagal. Dia akan menemukan cara baik berikutnya.

Orang yang menyayangi kita; tidak akan pergi meski kita sudah menyuruhnya pergi, berteriak, "tinggalkan aku sendiri."
Orang yang menyayangi kita, tidak akan menyerah kepada kita, meski kita sudah bilang menyerah kepadanya.

Kesetiaan adalah mahkota dari segala bentuk hubungan manusia.
Kenakan mahkota ini, maka kita akan jadi raja dan ratu bagi siapapun. Campakkan mahkota tersebut, maka kita hanya jadi rakyat jelata kebanyakan.
*Tere Liye


Senin, 02 Mei 2016

Jujur aja sih

Ngga usah so so nyapa kalau niatnya ngga begitu
ngga usah so so ajak ngobrol kalau ternyata cuma mau menyindir
ngga usah so so baik kalau ternyata bukan itu alasan utamanya

Sabtu, 30 April 2016

Deep inside my heart

Once upon a time, someone has told me :
Aku hanya manusia biasa yg sdang mencari cinta atas ridho Allah

Dari smua perjuang ku Banyak wanita yg aku temui nmaun ada satu yg aku kagumi

Dan Ridho Allah  itu akan mmberi petunjuk dri perjuangan seseorang yg berniat baik .

Keseriusan seseorang dpat di lihat dri cara perilaku seseorang ..

Dan ketika aku bilang A mka  aku berusaha tetap bilang A ke 1 wanita, yg nyatanya ketulusan terkadang sulit di mengerti

Hanya orang yg memahami akn mengerti dan hanya orang yg mengalami akn memahami .
# keseriusan & ketulusan

Dgn niat baik dan keseriusan kita dapat saling mengenali satu sama lain

Honestly, at that time, I have believing you

Senin, 18 April 2016

Logika vs perasaan

Logika memang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan. Tetapi ada satu hal yang terkadang kita lupakan, perasaan. Ya, perasaan, hati, dimana jawaban ketulusan bersumber. Ah, apakah hanya saya yang terlalu mengutamakan perasaan diataa logika? Apakah salah jika kita menjadi orang yang sensitif? Hal yang sekarang banyak orang sebut dengan "baper" hha... Iya, saya, sayalah orangnya. Tidak salah toh kalau kita menomor satukan perasaan dalam beberapa hal, asal tidak berlebihan. Walaupun saya  sadar kalau saya itu terkadang terlalu berlebihan dalam menggunakan perasaan. Loh ko malah curhat? Bukan curhat, hanya berbagi pengalaman hhehe... coba deh sekali-kali pakai perasaan, nanti akan ada satu perubahan yang kamu rasakan. Mau tahu? Kamu akan lebih peka, lebih peka terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarmu. Bahkan terkadang tanpa kamu sadari, pipimu sudah basah karena airmata yang telah jatuh~

Sabtu, 02 April 2016

Kejujuran

Izinkan aku mengenalmu, untuk kesekian kalinya.
Aku ingin mendengar nada bicara dan suaramu saat mengenalkan diri: siapa namamu, dari mana kau berasal, apa yang kau suka dan yang tidak.
Aku ingin merasakan kembali indahnya dunia ketika waktu seketika berhenti, dan semesta seolah menghentikan semua aktivitas yang ditakdirkan pada mereka hanya untuk mendengarkanmu bicaraaku, tak terkecuali.
Bagaimana sebenarnya kejujuran bekerja dalam cinta? Ketika kita memutuskan untuk saling menjauh justru ketika raga ini mendamba kedekatan.
Ketika rindu, seberapapun pekatnya tetap tak tersampaikan. Begitulah, sejak pertama aku mengenalmu, aku percaya bahwa kejujuran tak pernah benar-benar berlaku dalam cinta.
Kadang kita menjadi hamba bagi sebuah kepura- puraanmenipu diri dengan rekaan-rekaan yang kita ciptakan sendiri.
Tak berdarah bukan berarti tiada luka,
sebagaimana menangis tak selamanya harus berair mata.
Bodohnya, kita bersepakat untuk merasakannya berhari-hari. Menikmati luka yang kita cipta tanpa anastesi, menikmati perih tanpa merintih.
Dan dalam keterdiaman itu, hanya ada satu doa: suatu saat nanti luka ini akan sembuh dengan sendirinya.
Barangkali, kelak ketika tiba waktu untuk jujur, kita akan mengaku: kita sama-sama mendamba keteduhan itu—rasa yang tak pernah kita sepakati definisinya.
Lalu jarak akan menyusut dengan sendirinya.
Seperti lekukan batu yang tercipta
oleh tetes demi tetes air, kadang yang kita
butuhkan cuma optimisme dan kesabaran.
Apakah kau percaya hal ini?
Bahwa cerita tentang bahagia memang selalu tampak sederhana di permukaan. Tapi di balik itu semua, sesuatu yang
rumit terjadi: sebuah kerelaan, upaya
menenggelamkan ego, atau ikhtiar untuk
menerima segalanya apa adanya saja.
Jadi izinkan aku mengenalmu, untuk kesekian kalinya.
Aku ingin merasakan kembali bagaimana
rasanya ketika pertama kali jatuh cinta
kepadamu.
Aku ingin mengenang dan mengingat-ingat
momen itu, sampai aku lupa bahwa pada
kenyataanya, kita tengah menjalani sebuah cerita tentang dua manusia lugu yang saling menunggu.

Cinta adalah Perlawanan, 2015
Kejujuran
azharologia